All about Eprocurement in Indonesia

Peresmian Aplikasi Sistem e-Procurement di Lingkungan Departemen Luar Negeri RI

July 27th, 2007 Posted in Government, News

img[1]Dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa maka pada tanggal 27 Juni 2007, Menteri Luar Negeri RI meresmikan penerapan aplikasi sistem e-Procurement di lingkungan Departemen Luar Negeri. Hal ini merupakan wujud dari komitmen Departemen Luar Negeri untuk meningkatkan kualitas kinerja instansi pemerintah mengingat pengadaan barang/jasa di sektor pemerintah merupakan besaran yang sangat signifikan, yang bila dapat dikendalikan dengan baik maka penghematannya akan terjadi secara nyata.

Untuk merealisasikan penerapan aplikasi sistem e-Procurement maka Departemen Luar Negeri telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kota Surabaya mengenai implementasi e-procurement di lingkungan Departemen Luar Negeri. Pemkot Surabaya dipilih sebagai mitra kerjasama karena dinilai telah cukup berhasil menerapkan sistem e-Procurement di instansinya. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, telah dilaksanakan pelatihan Training of Trainer pelaksanaan dan pengembangan sistem e-Procurement yang diadakan di Surabaya pada tanggal 20-24 Mei 2007. Secara internal, Departemen Luar Negeri juga telah mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi para pihak yang terkait dalam pelaksanaan e-procurement yaitu pejabat pembuat komitmen, panitia pengadaan dan penyedia barang dan jasa di lingkungan Departemen Luar Negeri. Selain itu, sarana prasarana untuk mendukung penerapan aplikasi sistem e-Procurement juga telah disiapkan. Direncanakan kegiatan pengadaan dengan sistem e-Procurement akan dipusatkan di ruangan sekretariat e-Procurement di lantai 3 gedung utama.

Ide dasar dari aplikasi sistem e-Procurement adalah untuk menyediakan pengadaan barang dan jasa yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta mengoptimalkan belanja barang dan jasa pemerintah sesuai dengan peruntukannya. Semua itu berkat proses lelang yang transparan baik mulai dari pendaftaran sampai penentuan pemenang. Penghematan lainnya adalah berkurangnya penggunaan kertas kerja (paperless), meningkatkan ketepatan waktu realisasi barang dan jasa dan mendorong persaingan yang sehat di antara penyedia barang dan jasa.

Peresmian aplikasi sistem e-Procurement di Departemen Luar Negeri merupakan wujud dari konsistensi Departemen Luar Negeri dalam upayanya untuk terus melakukan benah diri dan meningkatkan transparansi kinerja demi mencapai Good Governance.

Sumber : http://www.deplu.go.id/?hotnews_id=2216

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image