Enam Kota Tiru E-Proc
February 14th, 2008 Posted in NewsPROGRAM lelang proyek melalui internet alias e-procurement (e-proc) yang diadakan pemkot, tampaknya, dinilai cukup berhasil. Buktinya, enam kota menyatakan ingin meniru program tersebut. Kemarin (13/2) perwakilan keenam kota tersebut menandatangani MoU (memorandum of understanding, nota kesepahaman) dengan Wali Kota Bambang D.H. di Balai Kota Surabaya.
Enam perwakilan itu ialah Wali Kota Bontang dr Andi Sofyan Hasdam, Wali Kota Banjar Baru Rudi Risnawan, Bupati Banjar H.G. Khairul Saleh, Wabup Kebumen KH M. Nasirudin Almansyah, Ketua Tim Antikorupsi Aceh Government Tranformation Programme Ridwan Muhammad, dan Kabag KPD (Keuangan Pemerintah Daerah) Kabupaten Lawu Utara Arief F. Palalo.
Bambang D.H. mengatakan, MoU dengan enam kota itu merupakan kepercayaan yang luar biasa bagi pemkot. Menurut dia, memang ada banyak keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan e-proc. Ke depan pengembangan sistem itu bakal terkoneksi antarkota. “Dengan demikian, bila ada rekanan yang telah kita blacklist, kota lain menjadi tahu. Dengan begitu, kota lain lebih berhati-hati dalam menetapkan rekanan,” jelasnya.
Ruang lingkup penandatanganan kesepakatan tersebut meliputi sistem e-government yang sudah diintegrasikan dengan sistem e-budgeting, e-procurement, e-delivery, e-controlling, dan e-performance. “Surabaya menjadi percontohan untuk penerapan e-proc. Ini menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya. Kesepakatan tersebut berlaku tiga tahun sejak penandatanganan.
Wali Kota Bontang dr Andi Sofyan Hasdam mengatakan, good governance bukan suatu kewajiban, tapi sebuah kebutuhan. Karena itu, e-proc dinilai sebagai instrumen penting untuk mewujudkan good governance.
Di Bontang, katanya, proses tender sering dimenangkan rekanan itu-itu saja. Pemenang lelang bukan rekanan terbaik yang memang berkualitas, tapi lebih ke orang-orang tertentu. Dengan kerja sama itu, dia berharap ada perbaikan sistem lelang di kotanya. (kit/oni)
Sumber : www.indopos.co.id